jurang antara teori pendidikan dan praktik di kelas.

Ketika Teori Berhenti di Pintu Kelas
Suatu pagi di sebuah ruang kelas sekolah dasar, pelajaran baru saja dimulai. Guru sedang menjelaskan soal matematika di papan tulis ketika tiba-tiba seorang anak menutup telinganya rapat-rapat. Wajahnya tegang. Napasnya cepat. Beberapa detik kemudian ia berteriak, menjatuhkan pensilnya, lalu berlari keluar kelas.
Suasana mendadak sunyi.
Guru terdiam sejenak. Murid-murid lain saling berpandangan. Tidak ada yang benar-benar tahu apa yang sedang terjadi.
Guru itu sebenarnya bukan orang yang tidak peduli. Ia pernah mengikuti pelatihan pendidikan inklusi. Ia tahu istilah autisme, sensory overload, bahkan pernah mendengar kata meltdown dalam sesi workshop.
Tetapi pada momen itu, di tengah ruang kelas yang penuh anak-anak, semua istilah itu terasa seperti pengetahuan yang berdiri jauh di luar pintu.
Yang tersisa hanya satu pertanyaan sederhana namun sulit dijawab:
Apa yang harus saya lakukan sekarang?
Di titik seperti inilah kita sering melihat sesuatu yang jarang dibicarakan dalam dunia pendidikan: jarak antara teori dan praktik.
Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "jurang antara teori pendidikan dan praktik di kelas.", Klik untuk baca:
https://www.kompasiana.com/lutfilamin0954/69af9d3d34777c6bdf17bfe2/jurang-antara-teori-pendidikan-dan-praktik-di-kelas
Kreator: Lutfil Amin
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Tulis opini Anda seputar isu terkini di Kompasiana.com
Share This Post To :
Kembali ke Atas
Artikel Lainnya :
- 15 Hal Penting Asesmen Nasional yang Menggantikan UN 2021
- 10 Universitas Terbaik Di Indonesia Terbaru Versi Kemenristekdikti [TERBARU]
- Jokowi: Sekolah Tatap Muka Dimulai September 2021
- Pelaksanaan Pembelajaran Tahun Ajaran Baru 2021/2022 Mengacu pada Kebijakan PPKM dan SKB 4
- Pendidikan Sebagai Investasi Jangka Panjang
Kembali ke Atas


